Cerita Seks Ayam Kampus Berjilbab

Posted on

Cerita Seks Ayam Kampus Berjilbab – Cerita Sex berjilbab ini berawal dari sekolah ku yang sangat banyak ayam kampusnya yang hot dan seksi montok sekali, pastinya semua orang ingin sekolah disini. Daripada penasaran mari kita simak Kisahnya…

Aku sekarang kuliah di universitas negeri di Band*ng, dan aku punya kenalan yg bernama Firna teman kuliahku tipe dia pendiam tidak banyak omong tapi kalau sudah kenal orangnya supel seperti yg kau rasakan sekarang menjadi temannya, dgn jilbab yg menghias wajahnya semakin manis dan body montoknya. Pernah sekali aku melihat dia memakai baju biasa tanpa jilbab, waktu aku main ke kostnya. wow, ternyata Firna sangat sexy.
Namun pemandangan itu hanya sebentar saja, karena dia cepat-cepat mengganti baju tidurnya dgn pakaian jilbabnya. Hal itu mengingatkan aku akan kakakku dan semakin membuatku ingin menjamah tubuhnya. Namun selalu saja dia bisa menolak. Paling-paling, kami hanya berciuman, namun tidak pernah lebih dari itu.
Siang itu Firna kuajak jalan-jalan, hutan wisata yg ada di sebelah Utara kota B. Setelah parkir, akupun mencari tempat yg nyaman untuk ngobrol dan strategis buat pacaran. Begitu dapat, kami pun asyik ngobrol ngalor ngidul.
Tak sengaja, tanganku asyik mengelus-elus jemarinya di atas pahanya. Firnapun menatapku dgn sayu. Segera kucium bibirnya yg mungil. Firna pun menyambut dgn antusias. Cerita dewasa Berjilbab

Foto Hot Cerita Seks Ayam Kampus Berjilbab
Foto Hot Cerita Seks Ayam Kampus Berjilbab

Lidahnya dgn lincah memilin lidahku hingga membuatku tersengal-sengal. Kudekap erat tubuhnya, sambil tangan kananku mencoba meremas remas pantatnya yg bahenol dan dia tidak menolaknya.
Tubuhnya pun bergetar hebat. Pelahan tanganku merayap menyingkapkan rok panjangnya dan mengusap pahanya yg ternyata sangat mulus sekali ketelusupkan jemariku ke dalam celana dalamnya.
“Mas, jangan ahhh, malu dilihat orang” katanya sembari mencoba mencegah tanganku beraksi lebih lanjut.
“Pindah tempat yuk, yg lebih aman,” ajakku sambil terus mencoba meremas payudaranya.
Firna langsung menggelinjang.
Terasa buah dadanya yg ranum mulai mengeras, tanda bahwa Firna mulai terangsang hebat. Matanya yg sayu jadi tampak mesum, tanda Firna dilanda rangsangan berahi yg amat dahsyat. Kamipun segera berbenah diri, membetulkan pakaian yg sempat berantakan.
Kami pun segera pulang dan ku ajak Firna ke rumah kontrakanku, karena aku di kota B mengontrak rumah mungil dan tinggal sendirian. Saat itu, hari sudah gelap.
Sebenarnya aku sudah nggak tahan lagi ingin mencium dia lagi, dan tahu sendirilah selanjutnya. Tapi gimana lagi, lha wong Firna hanya diam terpaku. Aku jadi malah takut, jangan-jangan dia menyesal telah mau kuajak nginap di rumahku.
“Em, lagi mikirin apa? Kok termangu-mangu ?” tanyaku sambil menghampirinya.
Firna hanya memandangku sekilas.
“Sudahlah, tiduran saja di kasur, aku nanti biar tidur di sofa. Aku janji nggak akan menyentuhmu kecuali kalu Firna pengen,” kataku lagi sambil menuju sofa.
Tiba-tiba Firna menangis dan kuberanikan diriku untuk memeluknya dan menenangkannya, Firna tak menolaknya. Setelah agak tenang kubisiki dia bahwa dia tampak cantik malam ini apalagi dia mengenakan jilbab yg aku sangat suka akan wanita yg mengenakan jilbab.
Firna tersenyum dan menatapku dalam, lalu memejamkan matanya. Kucium bibirnya, hangat, dia menerimanya. Kucium dia dgn lebih galak dan dia membalasnya, lalu tangannya merangkul pundakku. Kami berciuman dgn penuh nafsu.
Kusibakkan jilbabnya yg menutupi lehernya lalu aku turun ke lehernya, Firnapun mendesah
“aaaahh.” Mendengar itu kuberanikan meremas payudaranya yg montok.
Firna mendesah lagi, dan menjambak rambutku.
Setelah beberapa saat kulepaskan dia. Firna sudah terangsang, kuangkat baju panjangnya, tampaklah bra hitamnya yg sangat kusukai, kumulai meremas payudara yg masih terbungkus branya, diapun melenguh terangsang.
Lalu mulai kusingkap bra hitamnya ke atas tampaklah gunung kembar yg pas dalam genggaman tanganku, dgn punting merah-coklat cerah yg telah mengeras. Kubasahi telunjukku dan mengelusnya, Firna hanya memjamkan matanya dan menggigit bibirnya.
Kulanjutkan menyingkap rok panjangnya, dia memakai CD warna hitam berenda transparan sehingga tampak sebagian rambut kemaluannya yg lembab. Sengaja aku tidak melepas jilbabnya dan pakainya, karena Firna tampak lebih sexy dgn hanya memakai jilbab dan pakaian yg tersingkap.
Kumulai menurunkan CD hitamnta dan WOW, ternyata jembutnya tidak terlalu lebat dan rapi, rambut di sekitas bibir kemaluannya bersih, hanya di bagian atasnya. Dan kemaluannya tampak kencang dgn clitoris yg cukup besar dan mulai basah.
“Kamu rajin mencukur ya,” tanyaku.
dgn wajah memerah dia mengiyakan. Kupangku dia dan mulai menciuminya lagi, dan sapuan lidahku mulai kukonsentrasikan di puntingnya, kujilati, kutekan bahkan kugigit kecil dgn gigiku,
Firna menggelinjang keasyikan, dan mendesah-desah merasakan rangsangan kenikmatan.
Tangan kananku mulai memainkan clit-nya, ternyata sudah banjir, kugesek klitorisnya dgn jari tengahku, perlahan-lahan, desahan dan lenguhan makin sering kudengar.
Seirama dgn sapuan lidahku di puntingnya, Firna makin terangsang, dia bahkan menjambak rambutku dan menekan kepalaku ke payudaranya,

Cerita Seks Ayam Kampus Berjilbab

“Mas, enakh… banget…enakh…” Desahannya dan lenguhannya.
Kira-kira 5 menit dari kumulai, badannya mulai mengejang dan
“Mas… Firna… mo… keluaaaarrr!” Sambil berteriak Firna orgasme, denyutan kemaluannya kurasakan di tangan kananku. Firna kemudian berdiri.
“Sekarang giliranmu,” katanya.
Celanaku langsung dilucutinya dan akupun disuruhnya berbaring. Salah satu tangannya memegang kemaluanku dan yg lain memegang zakarnya, dia mengelusnya dgn lembut
“mmmmhhh…,” desahku.
“Enak ya, Mas.”
Akupun mengangguk.
Firna mulai menciumi kemaluanku dan mengelus zakarnya, dan mengemutnya dan mengocoknya dgn mulutnya. Terasa jutaan arus listrik mengalir ke tubuhku, kocokannya sungguh nikmat. Aku heran, sejak kapan dia belajar mengulum dan mengocok kemaluan lelaki. Nampak dia sudah sangat mahir dalam urusan kocok mengocok kemaluan laki-laki.
“Belajar darimana Rik, kok lincah banget?, tanyaku.
“Hmmm, aku pernah liat BF bareng teman-teman di kostku. Kayaknya enak banget, dan ternyata memang benar,” jawab Firna sambil terus mengulum kemaluanku.
Firna tampak sexy dgn jilbab yg masih terpasang diwajahnya, namun payudaraya keluar karena kaosnya terangkat keatas. Bibirnya yg mungil sibuk melumat habis kemaluanku.
Kupegang kepalanya, kuikuti naik turunnya, sesekali kutekan kepalanya saat turun. Sesaat kemudian dia berhenti.
“Mas, kont0lmu lumayan besar dan panjang yach, keras lagi, aku makin terangsang nich.”
Aku hanya tersenyum, lalu kuajak dia main 69, dia mau. Kemaluananya yg banjir itu tepat diwajahku, merah dan kencang, sedang Firna masih asyik mengocok kemaluanku. Saat itu aku baru menikmati lagi kemaluan seorang wanita, setelah kakakku menikah.
Aku mulai menjilati kemaluannya, harum sekali bau sabun dan bau cairan kewanitaanya, dan clitorisnya sampai memerah dan kuhisap cairan yg sudah keluar, tiba tiba dia berteriak saat kuhisap kemaluanya keras-keras.
“Masss… I lovvve ittt, babbyy”, dia menjerit dan aku tahu kalau dia lagi klimaks karena kenaluanya sedang kujilat dan saat itulah aku rasakan cairan wanita lagi selain punya kakakku dulu yg asam-asam pahit tapi nikmat.
Setelah dia klimaks, dia bilang dia capai tapi aku nggak peduli karena aku belum keluar dan aku bilang ke dia kalau aku belum puas, saat itulah permainan dilanjutkan.
Dia mulai melakukan gaya anjing dan aku mulai memasukkan kont0lku ke sela-sela pahanya yg menggiurkan dan aku tarik dorong selama beberapa lama. Baru dijepit pahanya saja, rasanya sudah di awang-awang. Apalagi kalau kemaluanku bisa masuk ke kemaluanya. Cerita Mesum Berjilbab
Beberapa lama kemudian, aku bosan dgn gaya itu, dan kusuruh dia untuk berada di bawahku. Firna memandangku dgn sayu. Segera kukulum puting payudaranya yg tampak mengeras itu, kontan dia melenguh hebat.
Ternyata puting payudaranya merupakan titik rangsangnya. dgn diam-diam aku mulai menempelkan kemaluanku ke dalam kemaluanya yg ternyata sudah basah lagi. Kugesek gesek dan ku tekan tekan kemaluanku ke kemaluannya karena aku tidak mau mngambil keperawanannya, karena aku sangat mencintai dan menyayginya.
Saat aku berada di atas Firna, kujilati payudaranya yg memerah dan dia menjerit perlahan dan mendesah-desah di telingaku dan membuatku tambah bernafsu dan tanpa pikir panjang-panjang lagi, aku mulai menekannya dgn nafsu dan
“Mass… aku mauuu keluaarrr” dan aku juga menjawabnya
“Em… kayaknya akuu jugaa maauu…” nggak sampai 2 atau 3 detik, badanku dan Firna sama-sama bergetar hebat dan aku merasakan ada yg keluar dari kemaluanku diatas kemaluannya dan aku juga merasa ada yg membasahi kemaluanku dgn amat sangat.
Setelah itu, Firna terdiam karena kelelahan dan aku mulai mencium-ciumi bibirnya yg kecil dan mukanya. Aku mulai membelai-belai rambutnya dan karena dia terlalu kelelahan dia tertidur pulas.
Keesokan harinya aku terbangun dan melihat Firna sudah memakai pakaian dan jilbabnya dgn rapi, kemudian dia memelukku serta berkata
”Mas makasih kamu tidak mengambil keperawanku, padahal aku sudah tidak tahan lagi untuk merasakan kemaluanmu yg besar itu” Aku tersenyum lalu aku bilang
“selaput daramu nanti akan aku minta pada malam pertama setelah kita menikah nanti”
Setelah kejadian itu, kami sering melakukan lagi tapi hanya sebatas oral dan petting saja.

Demikianlah Cerita Seks Ayam Kampus Berjilbab semoga dengan artikel ini kalian semua penuh hasyrat dalam bercinta dan kasih sayang.,. woyoo

Baca Juga :

Cerita Sex dengan Sekretaris Kantor Penuh Nikmat

Cerita Populer

  • Cerita seks ayam kampus
  • Cerita anak tiri ku yang sange
  • cerita hot ayam kampus
  • cerita seks berjilbab terbaru
  • cerita seks kampus
  • cerita sex anak kampus com
  • sek dgn ayam
  • sex ayam kampus

One thought on “Cerita Seks Ayam Kampus Berjilbab

Comments are closed.